dkv@isi.ac.id 0274-381590

Lapak



Catatan Pengantar :

Mencatat yang Visual

Daru Aji


          Desain Komunikasi Visual tidak hanya memperbincangkan bagaimana  riset dan berpikir kritis  digunakan  sebagai tonggak dalam perancangan karya, namun juga menjadi dasar dalam melakukan kajian-kajian terhadap karya DKV.


          Ketika kita sama-sama menyepakati bahwa ruang keseharian telah dipenuhi oleh citraan visual, mulai dari ruang publik hingga ruang paling ajaib bernama televisi, atau mungkin yang lebih kekinian: ruang siber, maka setidaknya ada sesuatu yang bisa kita pertanyakan. Mengingat karya-karya desain komunikasi visual (DKV) bukanlah sesuatu yang hadir dengan keluguannya, dan tentu saja dalam setiap rancangannya penuh dengan kepentingan, ia bersifat politis.


          Di antara semakin kompleksnya karya-karya DKV, dibutuhkan cara merespon yang lebih memadai. Kajian media dan budaya menawarkan ragam perspektif dalam merespon secara kritis terhadap kehadiran fenomena dan karya DKV. Membincangkan Kajian Media dan Budaya tidak bisa terlepas dari konsep-konsep kunci dalam Cultural Studies. Seperti yang disampaikan oleh Chris  Barker bahwa salah satu bagian terbesar Cultural Studies terpusat pada pertanyaan tentang representasi, yaitu bagaimana dunia ini dikonstruksi dan direperesentasikan secara sosial kepada dan oleh kita. Bahkan unsur utama Cultural Studies dapat dipahami sebagai studi atas kebudayaan sebagai praktik signifikansi representasi.


          Kajian media dan budaya menjadi salah satu mata kuliah pilihan di Program Studi Desain Komunikasi Visual, ISI Yogyakarta. Perkembangan budaya dan kehidupan masyarakat yang makin termediasi media (komunikasi visual) turut berpengaruh pada pola-pola kehidupan masyarakat. Pemahaman dengan wawasan kritis diperlukan untuk melihat hubungan antara desain komunikasi visual, media, dan budaya. Melalui kelas ini mahasiswa diwajibkan untuk membaca referensi terkait kajian media dan budaya, melakukan presentasi sekaligus melakukan kajian terhadap karya DKV.


          Karya tulis yang dihasilkan mahasiswa dalam bentuk buku bukan saja menawarkan cara pandang baru dalam merespon karya DKV, namun diharapkan mampu membuka ruang-ruang diskusi yang lebih luas lagi.